monggo mampir...

Mari mampir di blog yang sederhana ini, tentang masak-memasak dan uplek-uplekan di dapur (pawon=bhs jawa)....

Tampilkan postingan dengan label khas Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khas Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2010

Pepes Ikan Mas

Ingin masakan ikan tapi tidak digoreng.....mencoba ikan mas dulu sekarang. Padahal kemaren2 dulu anak2 tidak begitu menyukai pepes ikan, tapi....ya begitulah deh ceritanya. Mudah-mudahan kali ini disukai....



Bahan :
- 1 kg ikan mas
- daun pisang secukupnya
Bumbu :
- 6 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 5 butir kemiri
- 7 cm kunyit
- 1 sdm ketumbar
- 1/4 sdt merica bubuk
- 4 btg daun bawang
- Kemangi/ surawung
- Daun salam, laos, sereh
Cara membuat :
- Bersihkan ikan mas,  sisihkan
- Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit. Bawang daun dipotong 1 cm, kemangi disiangi. Laos dan sereh dipotong-potong.
- Balurkan bumbu halus ke ikan mas sampai rata, ke dalam perutnya juga. Bungkus daun pisang, lalu kukus sampai matang
- Bila ingin kesat, bakar pepes sampai lebih kering.


Alhamdulillah hasilnya enak dan disukai oleh Danish, Cemi dan Niti.....Kalo Mbak Fida memang aslinya nggak begitu suka ikan, lainkali aku harus bisa memasak ikan "sedemikian rupa sehingga" disukai oleh Mbak Fida.... tunggu ya Mbak masakan ibu....

Jumat, 22 Januari 2010

Tutut Bumbu Kuning

Hayo....siapa yang tahu apa itu tutut? Pertama diperkenalkan dengan si tutut aku nggak bisa menyantap sama sekali, habis makannya harus disedot-sedot gitu. Tapi penasaran, meuni orang-orang teh asik banget, kayak yang enaaak....ternyata memang iya enak...hehe... Akhirnya kumakan dengan dicongkel aja si tutut dengan tusuk gigi (yang bersih tentu!).
Tutut adalah semacam keong, kecil-kecil, yang hidup di balong-balong (empang) bersamaan dengan pemeliharaan ikan di balong tersebut. Di kampung Ranca Oray banyak banget karena memang banyak balong disana. Ibu-ibu disana sering mencari tutut untuk dijual ke bandar yang nantinya dijual di pasar-pasar tradisional Bandung. Sekarang tutut masih banyak juga dijumpai di setiap pasar kaget di hari Minggu yang selalu ada di tempat tertentu di Bandung, seperti Gasibu, Metro, Carefour Kircon Bandung dan banyak lagi. Dijualnya sudah tinggal santap saja, panas2 pula....
Kebetulan pas aku ke Ranca Oray mau pijet ke Bu Haji, pas Bu Hajinya habis "ngala tutut" (nyari tutut maksudnya) dan dapet lumayan banyak, kubeli saja sekalian....murah buangets...
Mengolah tutut perlu kesabaran...harus direndam minimal sehari semalam dulu sebelum dibersihkan....
Nah..ini caranya...

Persiapan :
- Rendam tutut semalam, diganti 2 - 3 kali air rendamannya
- Gosok-gosok supaya lumut yang menempel di cangkang tutut bersih, cuci beberapa kali sampai bersih
- Potong bagian belakang cangkang untuk mengeluarkan kotorannya, cuci lagi beberapa kali sampai bersih
- Siap dimasak
Bumbu (untuk kurleb 2 kg) :
- 8 siung bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 8 cm kunyit
- 6 buah kemiri
- Daun salam, laos, sereh
- Garam dan gula
- 4 batang daun bawang
-  Kurleb 1 lt air
Cara membuat :
- Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri. Tumis sampai harum. 
- Masukkan tutut yang sudah bersih, aduk-aduk, tambah daun salam, laos, sereh.
- Tambah air, daun bawang, garam dan gula. Masak jangan terlalu lama (10-15 menit saja)
- Angkat, sajikan.
Catatan : tambahkan cabe rawit ke dalam bumbu halus bila ingin pedas