Tampilkan postingan dengan label tepung beras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tepung beras. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Januari 2010
Kue Lapis Beras
Kue lapis termasuk jajanan pasar yang sangat populer, hampir semua orang menyukainya. Sebenarnya sangat mudah mendapatkan bahan-bahan kue lapis, bermacam tepung mudah untuk didapatkan, santan gula dan garam adalah bahan yang sangat umum. Yang perlu perhatian adalah perlu ketelatenan untuk membuatnya karena harus selapis demi selapis...
Yang ini bahannya dari tepung beras dengan tambahan sedikit kanji (tapioka)
Bahan :
-150 gr tepung beras
- 30 gr tapioka
- 750 ml santan sedang (dari 300 gr kelapa parut)
- 125 gr gula pasir
- 1 sdt garam
- 2 lbr daun pandan
- Pewarna makanan
Cara membuat :
- Didihkan santan, daun pandan dan garam, lalu dinginkan (dikipas lebih cepat...)
- Campurkan bahan-bahan lain ke dalam santan
- Bagi adonan menjadi 3. Satu bagian biarkan putih, satu bagian beri warna hijau (pasta pandan juga bisa) dan satu bagian lagi tambah pewarna merah
- Siapkan kukusan. Taruh loyang yang telah dioles minyak, panaskan.
- Tuang adonan merah, kukus 3 menit, lalu tuangkan adonan putih, kukus 3 menit, begitu seterusnya sampai adonan habis. Terakhir kukus 10 menit.
Catatan :
- lapisi pisau dengan plastik untuk mengiris kue lapis supaya irisan kue rapi
Label:
jajan pasar,
kukus,
snack box,
tepung beras
Sabtu, 09 Januari 2010
Bubur Campur
Ini namanya jenang kalau di jawa, ini merupakan jajan pasar kesukaanku juga sejak kecil (aku seneng jajan ke pasar ya berarti...semuanya seneng, hehe...). Waktu SMA aku kos di kota, ya....aku memang wong ndeso, hehe... di dekat tempat kosku ada pasar kecil. Salah satu yang membuatku rajin ke pasar itu adalah karena jenangnya enaaak banget. Masih ada nggak ya sekarang, mau ditengok ah kapan2 kalau mudik. Kesenanganku ini ternyata menurun ke anak-anak, bener-bener deh! Kali ini aku hanya membuat 3 macam bubur saja, bahannya cuma ada itu... bubur candilnya kubuat versi Bandung...
Dan seperti biasanya bubur, dilengkapi dengan air gula merah dan santan yang gurih.
1. Bubur Sumsum
Bahan:
- 200 gr tepung beras
- 500 ml santan sedang
- garam dan gula (1/2 sdm saja)
Cara membuat :
- Larutkan tepung beras ke dalam 200 ml santan
- Didihkan sisa santan + garam + gula, lalu masukkan larutan tepung, aduk-aduk segera, jangan sampai gosong di bagian bawahnya.
- Kalau sudah kalis, angkat
2. Bubur Candil
Bahan :
- 650 gr ubi merah
- 300 gr tapioka
- 250 gr gula merah
- 50 gr gula putih
- 3 lbr daun pandan
- sedikit garam
Cara membuat :
- Kukus ubi sampai matang, lalu haluskan dicampur tepung tapioka
- Buat bulatan sebesar kelereng, sisihkan
- Di panci, masak gula merah, gula putih, daun pandan yang disobek-sobek dan air kurleb 1500 ml, lalu saring. Kembalikan lagi ke dalam panci
- Masukkan bulatan ubi tadi ke dalam gula mendidih, masak sampai bulatan terapung.
- Kalau sudah matang semua, kentalkan dengan larutan tapioka
- Larutan tapioka : larutkan 2 sdm tapioka ke dalam 50 ml air
- Aduk rata dan angkat
3. Bubur hunkue kacang hijau
Ini bubur olahan sendiri, maunya ketan hitam tapi lagi ga ada, dan males kalau harus beli (jauh lagi harus ke pasar sih...), akhirnya bikin saja bubur kacang dicampur hunkue.
Bahan :
- 1 bks hunkue
- 125 gr kacang hijau direbus lunak (presto juga boleh)
- 75 gr gula pasir, sedikit garam
- Santan encer (sesuai takaran di hunkuenya), aku pake kurleb 500 ml
Cara membuat :
- Larutkan tepung hunkue dengan 1 gelas santan
- Rebus santan sisa, tambahkan gula dan garam
- Masukkan kacang hijau, aduk-aduk dengan sendok kayu
- Lalu tuangkan ke mangkok besar atau wadah lain dan biarkan dingin
Penyajiannya : siapkan mangkok, ambil masing2 bubur secukupnya, siram dengan air gula dan santan, ayo...dinikmati....
Nah, gimana? lumayan ribet nggak bikin bubur itu? sebenarnya sih mudah kok, tapi butuh sedikit telaten saja. Kalau anak-anak kita penggemar bubur dan selalu minta beli ke mamang2 penjual bubur lemu (istilah di Bandung nih) atau bubur sumsum keliling itu, lebih baik dan lebih sehat pastinya kalau kita buatkan sendiri, pastinya nggak akan kita pakai gula tiruan kan...?
Dan seperti biasanya bubur, dilengkapi dengan air gula merah dan santan yang gurih.
Bahan:
- 200 gr tepung beras
- 500 ml santan sedang
- garam dan gula (1/2 sdm saja)
Cara membuat :
- Larutkan tepung beras ke dalam 200 ml santan
- Didihkan sisa santan + garam + gula, lalu masukkan larutan tepung, aduk-aduk segera, jangan sampai gosong di bagian bawahnya.
- Kalau sudah kalis, angkat
2. Bubur Candil
Bahan :
- 650 gr ubi merah
- 300 gr tapioka
- 250 gr gula merah
- 50 gr gula putih
- 3 lbr daun pandan
- sedikit garam
Cara membuat :
- Kukus ubi sampai matang, lalu haluskan dicampur tepung tapioka
- Buat bulatan sebesar kelereng, sisihkan
- Di panci, masak gula merah, gula putih, daun pandan yang disobek-sobek dan air kurleb 1500 ml, lalu saring. Kembalikan lagi ke dalam panci
- Masukkan bulatan ubi tadi ke dalam gula mendidih, masak sampai bulatan terapung.
- Kalau sudah matang semua, kentalkan dengan larutan tapioka
- Larutan tapioka : larutkan 2 sdm tapioka ke dalam 50 ml air
- Aduk rata dan angkat
3. Bubur hunkue kacang hijau
Ini bubur olahan sendiri, maunya ketan hitam tapi lagi ga ada, dan males kalau harus beli (jauh lagi harus ke pasar sih...), akhirnya bikin saja bubur kacang dicampur hunkue.
Bahan :
- 1 bks hunkue
- 125 gr kacang hijau direbus lunak (presto juga boleh)
- 75 gr gula pasir, sedikit garam
- Santan encer (sesuai takaran di hunkuenya), aku pake kurleb 500 ml
Cara membuat :
- Larutkan tepung hunkue dengan 1 gelas santan
- Rebus santan sisa, tambahkan gula dan garam
- Masukkan kacang hijau, aduk-aduk dengan sendok kayu
- Lalu tuangkan ke mangkok besar atau wadah lain dan biarkan dingin
Penyajiannya : siapkan mangkok, ambil masing2 bubur secukupnya, siram dengan air gula dan santan, ayo...dinikmati....
Nah, gimana? lumayan ribet nggak bikin bubur itu? sebenarnya sih mudah kok, tapi butuh sedikit telaten saja. Kalau anak-anak kita penggemar bubur dan selalu minta beli ke mamang2 penjual bubur lemu (istilah di Bandung nih) atau bubur sumsum keliling itu, lebih baik dan lebih sehat pastinya kalau kita buatkan sendiri, pastinya nggak akan kita pakai gula tiruan kan...?
Label:
bubur,
hunkue,
kacang hijau,
tapioka,
tepung beras,
ubi
Kamis, 22 Oktober 2009
Rempeyek Udang
Untuk temen-temen yang pingin coba membuat sendiri, Dian Pranawati, Dik Dyah....ini lo kutuliskan tentang peyek udang yang udah ku-aplod ke facebook dulu itu.
Secara umum, membuat rempeyek itu susah-susah gampang. Gampang membuat adonannya tapi rada susah ngebentuknya, maksudnya menggoreng di wajannya, juga butuh waktu yang lumayan lama... jadinya kebanyakan pada lebih senang beli jadi aja, tinggal kriukk....tapi sayangnya, seperti kebanyakan makanan jadi, selalu ada penyedap rasa alias MSG nya. Karena itu, walau butuh waktu lama untuk membuat rempeyek, tetap saja aku membuatnya sendiri. Pingin coba bikin sendiri ? ni resepnya......
Bahan :
- Campurkan kedua tepung dengan bumbu halus, telur dan santan, lalu masukkan udangnya
- Siapkan penggorengan dengan minyak yang banyak, kalau sudah panas sedang mulailah menggoreng rempeyek.
- Setelah matang, angkat, tiriskan.

Catatan :
- 250 gr tepung beras
- 2 sdm tepung tapioka
- 250 gr udang kecil
- 1 btr telur
- santan kurang lebih 1 gelas
- 3 siung bawang putih
- 1 sdt ketumbar
- 3 kemiri
- garam
- sedikit kencur kalau suka
- Campurkan kedua tepung dengan bumbu halus, telur dan santan, lalu masukkan udangnya
- Siapkan penggorengan dengan minyak yang banyak, kalau sudah panas sedang mulailah menggoreng rempeyek.
- Setelah matang, angkat, tiriskan.

Catatan :
- Jaga api supaya tdk terlalu panas
- Udang harus kecil
- Jangan sekali-kali mencampurkan tepung terigu dalam adonan rempeyek, akan membuat peyek tidak renyah
- Goreng di pinggir2 wajan ya... :)
Langganan:
Postingan (Atom)


